Jojo’s Weblog

Oktober 1, 2008

Hal Berpuasa

Diarsipkan di bawah: Artikel — Tag:, — yomekojo @ 12:35 am

Apakah artinya puasa?

Puasa artinya mencari hadirat Tuhan dengan merendahkan diri di hadapan-Nya agar terjadi rekonsiliasi atau pendamaian dengan Tuhan.

Jika Tuhan berkenan mengadakan perdamaian bagi kita, maka saat itulah Ia akan mendengarkan, menjawab dan melepaskan kita dari persoalan yang menimpa kita. Jadi, puasa bukanlah suatu ritual keagamaan yang ditujukan untuk mendapatkan berkat tertentu. Karena banyak orang berpikir jika dia berpuasa sekian lama maka doanya akan terkabul. Berkat dan pertolongan Tuhan itu mengikuti puasa yang dilakukan dengan motivasi yang benar, sebagaimana Yesus berkata:

* Matius 6:33,
“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”
zêteite de prôton tên basileian tou theou kai tên dikaiosunên autou kai tauta panta prostethêsetai humin

Jadi, tujuan puasa adalah mencari hadirat Tuhan, merendahkan diri dan memohon ampun dan pemulihan dari Tuhan. Hal ini juga jelas terlihat pada Imamat 16:29-31, “Inilah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagi kamu, yakni pada bulan yang ketujuh, pada tanggal sepuluh bulan itu kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa dan janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan, baik orang Israel asli maupun orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu. Karena pada hari itu harus diadakan pendamaian bagimu untuk mentahirkan kamu. Kamu akan ditahirkan dari segala dosamu di hadapan Tuhan. Hari itu harus menjadi sabat, hari perhentian penuh, bagimu dan kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa. Itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya.”

Puasa merupakan hal yang wajib dilakukan oleh bangsa Israel karena diatur dalam Hari Raya Pendamaian (Hari Grafirat, Imamat 16:29-31) di atas. Tetapi, sekalipun puasa termasuk dalam perayaan keagamaan bangsa Israel, bukan berarti umat Perjanjian Baru tidak perlu lagi melakukannya. Puasa, sama halnya seperti membaca firman dan berdoa, sekalipun ada di dalam tata upacara keagamaan bangsa Israel, bukan berarti membaca firman dan berdoa tidak perlu lagi dilakukan oleh umat Perjanjian Baru.

Umat Perjanjian Baru tetap perlu untuk membaca firman Tuhan dan berdoa, demikian juga dengan berpuasa. Di dalam Matius pasal 6, Tuhan Yesus mensejajarkan hal berpuasa dengan hal memberi sedekah dan hal berdoa. Dengan demikian puasa juga dapat dilakukan secara pribadi maupun secara bersama-sama, sebagaimana halnya berdoa.

Bagaimanakah cara berpuasa yang benar?

Karena puasa adalah persoalan mencari hadirat Tuhan dengan merendahkan diri di hadapan-Nya agar terjadi rekonsiliasi atau pendamaian dengan Tuhan, maka bukan metode puasa yang terutama di sini, tetapi sikap hatilah yang menjadi hal yang terutama untuk dibenahi. Oleh karena itulah, Alkitab tidak menjelaskan secara rinci apa yang seharusnya dilakukan atau tidak dilakukan, apa yang boleh dimakan atau yang tidak boleh dimakan, apa yang boleh diminum atau yang tidak boleh diminum ketika kita berpuasa. Sekalipun kata puasa yang dalam bahasa Yunaninyanêsteia ialah berpantang atau menahan nafsu dari makan dan minum, tetapi aturan tentang berpantang makan dan minum itu sendiri tidak dijelaskan secara rinci.

Puasa Musa

Sekalipun tidak disebutkan sebagai puasa, ketika Musa menghadap Tuhan di gunung Sinai, ia tidak makan dan tidak minum sama sekali selama 40 hari 40 malam. Umumnya para ahli Alkitab mengatakan bahwa puasa Musa ini adalah suatu pengecualian karena ia langsung berhadapan dengan Tuhan.

* Keluaran 34:28,
“Dan Musa ada di sana bersama-sama dengan Tuhan empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air, dan ia menuliskan pada loh itu segala perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh Firman.”
VAYEHÏ-SYÂM {dan ia ada di sana} ‘IM-YEHOVÂH {dengan TUHAN} ‘AREBÂ’ÏM {empat puluh} YÕM {hari} VE’AREBÂ’ÏM {dan empat puluh} LAYELÂH {malam} LEKHEM {roti} LO’ {tidak} ‘ÂKHAL {ia makan} ÛMAYIM {dan air} LO’ {tidak} SYÂTÂH {ia minum} VAYIKHETOV {dan ia menulis} ‘AL-HALUKHOT {atas loh-loh batu} ‘ÊT DIVERÊY {perkataan-perkataan} HABERÏT {perjanjian itu} ‘ASERET {sepuluh} HADEVÂRÏM {firman itu}

Puasa Hari Raya Pendamaian

Pada Hari Raya Pendamaian (YÕM KIPUR), orang-orang Israel diwajibkan berpuasa dari matahari terbenam hingga matahari terbenam. Tidak dengan jelas dikatakan bahwa meeka tidak boleh makan dan tidak boleh minum, yang jelas dikatakan adalah: merendahkan diri, berpuasa, tidak boleh bekerja dan mempersembahkan korban kepada Tuhan.

* Imamat 23:32,
“Itu harus menjadi suatu sabat, hari perhentian penuh bagimu, dan kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa. Mulai pada malam tanggal sembilan bulan itu, dari matahari terbenam sampai matahari terbenam, kamu harus merayakan sabatmu.”
SYABAT {Sabat} SYABÂTÕN {perhentian} HÛ’ {ia} LÂKHEM {kepada kalian} VE’INÏTEM {dan kalian harus merendahkan} ‘ET-NAFESYOTÊYKHEM {jiwa-jiwa kalian} BETISYE’ÂH {pada sembilan} LAKHODESY {kepada bulan} BÂ’EREV {pada petang} MÊ’EREV {dari petang} ‘AD-’EREV {hingga petang} TISYEBETÛ {kalian harus merayakan} SYABATEKHEM {sabat kalian}

Note:
kamu harus merendahkan diri dan berpuasa, VE’INÏTEM ‘ET-NAFSYOTÊYKHEM, harfiah dan kalian harus merendahkan jiwa kalian, tidak memuat kata puasa (Ibrani TSÕM) namun konsep itu mencakup puasa (Mazmur 35:13, 69:10; Yesaya 58:3-7).

Puasa Daud

Ketika Tuhan menulahi anak Daud yang diperolehnya dari Batsyeba, Daud berdoa dan berpuasa dengan tekun. Dikatakan bahwa Daud tidak mau makan, tetapi tidak dijelaskan bahwa ia tidak minum.

* 2 Samuel 12:16-17,
“Lalu Daud memohon kepada Allah oleh karena anak itu, ia berpuasa dengan tekun dan apabila ia masuk ke dalam, semalam-malaman itu ia berbaring di tanah. Maka datanglah kepadanya para tua-tua yang di rumahnya untuk meminta ia bangun dari lantai, tetapi ia tidak mau; juga ia tidak makan bersama-sama dengan mereka.”

Puasa Elia

Puasa Elia selama empat puluh hari empat puluh malam tanpa makan dan minum di dalam perjalanan menuju ke gunung Horeb, juga dipandang merupakan suatu pengecualian karena Elia mendapatkan makanan langsung dari malaikat Tuhan.

* 1 Raja-raja 19:8,
“Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.”
VAYÂQÂM {dan ia bangkit} VAYO’KHAL {dan ia makan} VAYISYETEH {dan ia minum} VAYÊLEKH {dan ia berjalan} BEKHOAKH {pada kekuatan} HÂ’AKHÏLÂH {makanan} HAHÏ’ {tersebut} ‘AREBÂ’ÏM {empat puluh} YÕM {hari} VE’AREBÂ’ÏM {dan empat puluh} LAYELÂH {malam} ‘AD {hingga} HAR {gunung} HÂ’ELOHÏM {Allah itu} KHORÊV {Horeb}

Puasa Musa dan puasa Elia dapat kita katakan sebagai puasa luar biasa karena Tuhan yang berinisiatif dan memberi kekuatan untuk bertahan.

Puasa Ester

Nampaknya puasa Ester adalah satu-satunya catatan yang jelas dari puasa tanpa makan dan tanpa minum yang pernah dilakukan secara normal oleh manusia selama tiga hari tiga malam.

* Ester 4:16,
“Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk, menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.”
LÊKH {pergilah} KENÕS {kumpulkanlah} ‘ET-KÂL-HAYEHÛDÏM {segala orang Yahudi itu} HANIMETSE’ÏM {yang mereka dijumpai} BESYÛSYÂN {di Susan} VETSÛMÛ {dan berpuasalah mereka} ‘ÂLAY {atasku} VE’AL-TO’KHELÛ {dan tidak mereka akan makan} VE’AL-TISYETÛ {dan tidak mereka akan minum} SYELOSYET {tiga} YÂMÏM {hari} LAYELÂH {malam} VÂYÕM {dan siang} GAM-’ANÏ {juga aku} VENA’AROTAY {dan dayang-dayangku} ‘ÂTSÛM {kami akan berpuasa} KÊN {demikian} ÛVEKHÊN {dan kemudian} ‘ÂVÕ’ {aku akan datang} ‘EL-HAMELEKH {kepada raja itu} ‘ASYER {yang} LO’-KHADÂT {tidak menurut hukum} VEKHA’ASYER {dan jika} ‘ÂVADETÏ {aku mati} ‘ÂVÂDETÏ {aku mati}

Puasa tanpa makan dan tanpa minum ini, atau puasa total, juga dilakukan oleh Ezra (Ezra 10:6) dan oleh rasul Paulus selama 3 hari (Kisah Para Rasul 9:9).

Puasa Daniel

Penjelasan atas puasa Daniel lebih lengkap dari pada puasa-puasa yang diebutkan sebelumnya. Dalam puasa Daniel dikatakan Daniel tidak makan makanan (roti) yang sedap, padanannya untuk kita saat ini adalah makan nasi. Ia juga tidak makan daging dan anggur, tetapi tidak dikatakan ia tidak minum air.

* Daniel 10:2-3,
“Pada waktu itu aku, Daniel, berkabung tiga minggu penuh: makanan yang sedap tidak kumakan, daging dan anggur tidak masuk ke dalam mulutku dan aku tidak berurap sampai berlalu tiga minggu penuh.”

Puasa Daniel disebut juga puasa sebagian.

Puasa Yesus

Sebelum memulai pelayanan-Nya, Yesus mengadakan puasa selama empat puluh hari empat puluh malam.

* Matius 4:1-4,
“Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Dan setelah berpuasa empat puluh hari empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepadaNya: Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti. Tetapi Yesus menjawab: Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

Para ahli Akitab percaya bahwa puasa yang dilakukan oleh Yesus adalah puasa terhadap makanan karena dikatakan “akhirnya laparlah Yesus”, tidak dikatakan bahwa Yesus dahaga.

Puasa yang Yesus lakukan ini disebut puasa normal atau puasa biasa.

Jadi puasa yang bagaimana yang harus kita lakukan? Kita bisa melakukan puasa total dengan tidak makan dan tidak minum, dalam kurun waktu yang tidak lama, paling lama tiga hari tiga malam. Atau, kita dapat berpuasa normal, yaitu dengan tidak makan tetapi tetap minum air. Bahkan ada hamba Tuhan yang menganjurkan untuk minum air dan jus. Atau, kita dapat melakukan puasa sebagian, misalnya dengan mengurangi jumlah makanan yang dimakan dan tidak makan daging. Pilih dan lakukan puasa yang sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Jika kita sudah terbiasa dengan puasa yang ringan, kita bisa meningkatkan lagi puasa kita kepada tahap yang lebih berat.

Yang lebih penting dari persoalan makan dan minum yang hanya menyangkut masalah fisik, adalah masalah rohani di balik puasa itu sendiri, yaitu:

Mencari Tuhan

Hal terpenting dari berpuasa bukanlah hal tidak makannya tetapi hal mencari Tuhan. Banyak anak-anak Tuhan yang terjebak ke dalam puasa sebagai ritual keagamaan.

• Yoel 2:12, “‘Tetapi sekarang juga,’ demikianlah firman TUHAN, ‘berbaliklah kepadaKu dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh,’”

• 2 Tawarikh 20:3, “Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari Tuhan. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa.”

Merendahkan diri

Hal kedua yang penting di dalam berpuasa adalah merendahkan diri di hadapan Tuhan.

* Imamat 16:29, “
… kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa.”

Merendahkan diri artinya kita mengakui bahwa kita membutuhkan Tuhan, kita mengakui bahwa kita telah berdosa kepada-Nya. Merendahkan diri kita sebaliknya berarti kita meninggikan Tuhan. Itulah sebabnya kita perlu menaikkan doa mohon pengampunan dan menaikkan puji syukur mengagungkannya.

Membuka belenggu kelaliman dan melepaskan tali kuk

Hal berikutnya yang perlu kita lakukan adalah bertobat dari kesalahan dan dosa yang kita lakukan.

* Yesaya 58:6,
“Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk.”

Tuhan tidak senang dengan segala bentuk ketidakadilan, kebengisan, kekejaman dan penganiayaan, termasuk di dalamnya mendesak buruh, berbantah dan berkelahi (Yesaya 58:3-4), menunjuk-nunjuk orang dan memfitnah (Yesaya 58:9).

Mengasihi dan berbelaskasihan

Sebagai wujud nyata pertobatan, maka kita mulai menunjukkan kasih dan berbelas kasihan kepada sesama, khususnya kepada mereka yang benar-benar membuthkan pertolongan, termasuk kepada pembantu dan karyawan.

* Yesaya 58:7, “
… supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkaumelihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!”

Apa manfaatnya berpuasa?

Puasa dapat dilakukan saat kita sungguh-sungguh mau mencari wajah Tuhan dan memohon petunjuk-Nya. Puasa juga dapat dilakukan secara berkala dengan teratur, misalnya setiap minggu. Ada banyak manfaat yang akan kita peroleh jika puasa dilakukan dengan benar. Mari kita simak Yesaya 58:8-12, Di sini kita bisa melihat paling tidak ada sepuluh berkat yang tersedia bagi mereka yang melakukan puasa dengan benar.

1. Terang
2. Kesembuhan
3. Kebenaran
4. Kemuliaan
5. Doa yang terkabul
6. Tuntunan yang berkesinambungan
7. Kepuasan hati
8. Kekuatan diperbaharu
9. Berkat kehidupan
10. Pemulihan

Siapa saja yang harus berpuasa?

Petanyaan ini sama saja dengan kita bertanya, “Siapa yang harus memberi sedekah? Siapa yang harus berdoa?” Tentunya, semua orang percaya dituntut untuk memberikan sedekah dan dituntut untuk berdoa. Hanya saja karena kurangnya penegrtian tentang memberi kepada sesama dan tentang berdoa dan tentang berpuasa, maka banyak jemaat Tuhan yang tidak melakukan hal ini. Berpuasa dianggap suatu keharusan bagi hamba-hamba Tuhan saja. Jemaat menganggap jika puasa biasa-bisa jadi puasi, alias setengah mati.

Bilamana kita melihat manfaat atau berkat yang dapat kita peroleh jika kita berpuasa, maka sebenarnya tidak ada alasan untuk kita tidak berpuasa. Lebih banyak manfaat yang dapat kita peroleh daripada ruginya, bahkan mungkin sekali tidak ada kerugian apapun yang akan kita dapatkan jika kita berpuasa.

Jadi, bagaimana? Mari, kita mencari wajah Tuhan, merendahkan diri, bertobat dari perbuatan kita yang berdosa. Sambil berpuasa kita mendekatkan diri kepada Tuhan dan mulai menjalankan apa yang Tuhan inginkan, yaitu membuang segala kelaliman, melepaskan kuk penindasan, penekanan dan mulai berbagi kasih kepada sesama serta menaruh belas kasihan kepada mereka yang membutuhkan pertolongan.

Sumber: http://sarapanpagi.6.forumer.com/viewtopic.php?t=331

Carilah Maka Akan Mendapatkan

Diarsipkan di bawah: Artikel — Tag:, — yomekojo @ 12:32 am

Carilah Maka Akan Mendapatkan
( Ev. Herman )

Berbicara tentang hal mencari ataucarilah, maka kita bisa menemukan byk perkara yg berkaitan dgn kata “carilah”. Misalnya carilah kerajaan surga dan kebenaran, yg baik, perkara yg di atas, perdamaian (Mzm34:15), tetapi pd mlm ini kita hanya melihat salah satu hal yaitu Carilah Tuhan. Ini adalah hal yg sgt ptg dan tdk dpt tdk hrs kita lakukan sbg org yg percaya. Bahkan ini juga mrpk satu pesan yg ptg dari Daud kpd Salomo khususnya mengenai pembangunan Bait Suci (I Taw 28:9).

Luk 11:9 Carilah maka engkau akan mendapatkan.

2 pokok yg perlu kita lihat ttg hal mencari Tuhan:
a. Apa pengertian dari Carilah Tuhan?

Yakni carilah wajahNya (I Taw 16:11).Daud adalah pribadi yg tau mencari Tuhan yakni mencari wajahNya (Maz 27:8) Carilah Tuhan itu tdk lain adalah carilah wajahNya. Kata mencari dlm konteks ini mengandung satu usaha/keinginan/kerinduan utk mengenal lebih dalam.(TL: Bertanya2lah akan Tuhan dan kuasaNya= ada satu usaha/effort utk mengenal Dia lbh dlm lagi), dan dlm hal ini adalah wajahNya Tuhan. Itu berarti bgm mungkin kita bisa mencari Tuhan/mengenal Dia lbh dlm lagi, kalo kita blm mengenal terlebih dulu wajahNya Tuhan itu. Begitu juga saat kita hendak mengenal seseorg dan membina satu hub dgnnya, maka kita perlu menandai dan mengenal wajahnya terlbh dulu., shg saat kita tutup mata saja, kita sudah bisa terbayang wajahnya.

Kembali ke I Taw 16:11….carilah wajahNya. Bgmkah wajahNya Tuhan? Wajah Tuhan itu bukanlah spt suatu sosok yg dpt dipikirkan dgn daya pikir manusia, seolah2 kita telah melihatnya dgn jelas, lalu kita tuangkan dlm sebuah lukisan dan berkata: “Inilah Tuhan, carilah wajahNya”. Wajah Tuhan tdklah sesederhana bagaikan sebuah foto yg berisikan image suatu bentuk yg konkrit dan nyata, yg seolah2 dpt kita tandai dan kenali dgn mata jasmani ini. Tdk! Sebab yg kita bicarakan di sini adalah pribadi Tuhan. Jehovah! Dia adalah Roh.

Sejenak kita bandingkan dgn apa yg dilihat oleh Yohanes di pulau Patmos ttg pribadi Tuhan (Why 1:12-16…wajahNya bersinar2 bgkn matahari yg terik/shining as the sun in its power). Jgnkn mengenal dan melihat dgn jelas bgm wajah Tuhan yg sbnrnya, sebab melihat saja mata ini sudah tdk tahan (ayat 17…sama spt org yg mati….). Mungkin kita juga bertanya, bgm dgn contoh kehidupan org2 pd perjanjian lama di mana ditulis bhw mereka melihat Tuhan berhadap2an. Contoh Abraham yg melihat Allah berhadap2an, Yakub yg bergumul dgn Allah serta berkata: Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong (Kej 32:30) dsb. Apakah mereka dpt disebut telah melihat dgn jelas, shg mereka dpt melukisNya di sebuah kertas ataupun dipahat di sebuah dinding spt yg juga dilakukan oleh para penyembah berhala ttg dewa-dewi mereka (gambar2 dewa/dewi). Itu sebabnya pd hukum Allah yg kedua, dgn tegas Tuhan berfirman: “Jgn membuat bagimu patung menyerupai apapun dan sujud menyembah kpdnya” Kenapa sdr? Sebab Dia bukanlah Tuhan yg bisa kita reka2 wajah dan bentuknya, shg kita bisa sujud menyembah kpdNya (Kel 20:4-5).

Lalu apa yg dapat kita kenal dan kita ketahui ttg wajahNya Tuhan? Wajah Tuhan itu tidak lain adalah menunjuk kpd keberadaanNya atau yg lebih kita kenal sebagai kehadiranNya atau hadiratNya (Dlm TL I Taw 16:11 mencatat: Bertanya2lah akan Tuhan dan kuasaNya. Carilah hadiratNya selalu). Wajah Tuhan itu tdk lain adalah menunjuk kpd hadiratNya.

Spt yg kami katakan sblmnya bhw Tuhan itu adalah Roh dan Roh itulah merupakan satu kesatuan yg tdk dpt dipisahkan dgn yg dinamakan hadirat Tuhan. Sebab di mana ada Roh Tuhan, di situ ada hadirat Tuhan. Roh Tuhan itu tdk lain adalah Roh Kudus. Kehadiran Tuhan yg trinitas itu diwujudkan dan dinyatakan lewat pekerjaan Roh Kudus yg telah dikaruniakan Kristus di dlm hidup kita (I Yoh 3:24….Allah ada=Allah berhadirat). Bahkan I Yoh 4:13 dlm TBS mencatat “Oleh karena Allah sdh memberikan kpd kita RohNya, maka kita tahu bhw kita sdh hidup bersatu dgn Allah dan Allah hidup bersatu dgn kita”.

Oleh Roh Tuhan/Roh Kudus, kita bisa mengenal dan merasakan keberadaan Tuhan, bagaikan kita sdg berhadapan muka dgn Tuhan dlm kemuliaanNya, spt yg dialami oleh Rasul Yohanes saat ia melihat penampilan Kristus dalam kemuliaanNya (Why 1:10…dikuasai oleh Roh; Why 4:2…dikuasai oleh Roh). Sgt penting. Sebab apa sdr? Sebab Roh Kuduslah yg memberi kesaksian ttg Kristus (I Yoh 5:6) dan oleh Roh Kuduslah, kita berseru: Ya Abba ya Bapa dan kitalah anak2 Allah (Roma 8:15-16). Kehadiran Tuhan yg trinitas akan nyata saat Roh Kudus hadir dlm hidup kita. Tanpa Roh Kudus, kita tdk bisa menikmati hadirat Tuhan. Tanpa Roh Kudus dalam ibadah, kita merasa hampa sebab tidak ada hadirat Tuhan. Begitu juga tanpa Roh Kudus dlm pemberitaan Firman, maka perkataan Firman itu hambar dan tidak punya kuasa.
Jadi, kesimpulannya, carilah Tuhan/wajahNya Tuhan, itu tdk lain menunjuk kpd persekutuan kita dgn Roh Kudus yg akan membawa kita semakin dkt kpd Tuhan dan mengenal Dia lbh dalam lagi, bagaikan sdg berhadapan dgn Tuhan muka dgn muka. Sebab begitu kita bergaul erat dgn Roh Kudus, maka setiap saat dan di mana saja, kita akan menemukan hadiratNya, itulah pribadi Tuhan sendiri.

b. Bagaimana kita dpt mencari Tuhan? Atau bagaimana kita dpt memiliki persekutuan dgn Roh Kudus shg nyata selalu hdrt Tuhan dlm hidup kita? Tdk berbicara ttg baptisan Roh, tetapi kita akan belajar apa yg hrs kita lakukan shg kita memiliki persekutuan yg erat dgn Roh Kudus:

1. Kita harus bergaul erat dgn Roh Kudus. Bukan sekedar bergaul tetapi bergaul erat. Sebab jika hanya sekedar bergaul, itu bisa hanya bagaikan satu hub pergaulan timbal balik antara sesama teman ataupun sesama rekan bisnis. Sama2 saling membutuhkan, tetapi jika ada sesuatu yg menyebabkan perbedaan pendapat dan pandangan, atau masing2 mendahulukan kepentingannya, maka hub pergaulan itu akan terancam bubar. Begitu juga jgn sampai terjadi, hub kita dgn Roh Kudus, saat kita membutuhkanNya (saat2 melayani, butuh penghiburan dsb), kita baru sungguh2 mencariNya. Sekalipun Dia adalah Penolong dan Penghibur, tetapi Roh Kudus bukanlah pesuruh yg baru kita panggil saat kita butuh dan kita biarkan Dia, saat kita tdk butuh. Jangan karena Dia adalah Roh Penolong maka saat kita butuh pertolongan, kita baru mencariNya. Begitu juga Dia sbg Roh Penghibur…..

Tanda2 dari keh yg bergaul erat dgn Roh Kudus:
a. Tidak memadamkan Roh (I Tes 5:19).
Kid 8:7 Air yg banyak tak dapat memadamkan cinta. Jika kita membaca ayat sblmnya (ayat 6), maka kita dpt menyimpulkan bhw cinta yg dimaksudkan di sini tdk lain adalah nyala api Tuhan/ the flames of Jehovah, yg menunjuk kpd pribadi Roh Kudus (masih ingat lidah2 spt nyala api yg bertebaran dan hinggap pd masing2 murid yg berkumpul di sebuah loteng di Yerusalem pd hari Pentakosta…Kis 2:3).

Kembali I Tes 5:19 Jgn padamkan Roh itu tdk lain adalah jangan sampai hub kasih kita kpd Roh Kudus menjadi dingin. Itu berarti kita hrs bisa membina 1 hub kasih yg intim dan kuat dgn Roh Kudus dari sehari ke sehari, yakni lewat kita selalu peka, dengar2an, tanggap dan taat kpd suara Roh Kudus. Namun ini bukan berarti kita selalu mencoba mendengar bisikan atau suara2 yg seolah2 sdg berbicara kpd kita. Sekalipun hal ini mungkin terjadi, tetapi ini bukanlah satu kebenaran yg bisa kita terima begitu saja. Sebab di dlm I Yoh 4:1 mencatat ujilah roh2 itu terlebih dulu (Baca ayat 1). Caranya (ayat 2-3):…….Yesus Kristus tlh dtg sbg manusia….itu tdk lain menunjuk kpd Firman yg tlh menjadi manusia (Yoh 1:14 Firman itu tlh menjadi manusia dan diam di antara kita..).Itu berarti suara Roh Kudus yg kita dgr, tanggap dan taat itu tdk lain adalah suara2 yg berjalan seturut dgn Firman. Sebab ada ayat yg mencatat I Kor 2:10 bhw Roh itu mengetahui hal2 yg tersembunyi dlm diri Allah (Baca).

Praktek dari kehidupan yg bergaul erat dgn Roh Kudus itu bagaikan seolah2 ada kitab yg terbuka di hadapannya dan kitab itu tdk lain adalah Firman Allah sdr. Setiap kita berjalan, setiap kita melangkah maka seolah2 ada muncul ayat2 atau perkataan Firman yg menuntun kita. Begitu kita menghadapi kesulitan, maka ada ayat2 F yg muncul memberi petunjuk kpd kita.

Contoh saat kita diperhadapkan org2 yg berusaha memancing kemarahan kita, maka kita diingatkan dan ditunjukkan ayat yg terambil dr Ams 16:32 Org sabar melebihi seorg pahlawan, org yg menguasai dirinya, melebihi org yg merebut kota. Tdk sempat lagi membuka alkitab. Shg ada sikap lembut yg kita tunjukkan. Sebab apa? Sebab ada Roh Kudus yg mengingatkan (Yoh 14:26…Dia yg mengjr & mengingatkan semua perkataan Kristus).

Tandanya kita bergaul erat dgn Roh Kudus dlm keh kita sehari2, itu berarti selalu ada perkataan Firman yg memimpin dan menuntun kita baik lewat Firman yg kita baca ataupun yg kita dgr. Semakin byk Firman yg berperan dlm hidup kita, maka itulah tandanya bahwa kita semakin bergaul erat dgn Roh Kudus.

2. Hidup melekat dgnNya. Artinya hub kita dgn Roh Kudus bagaikan sdh ada satu ikatan yg kuat dan semakin kuat hingga kita benar2 menjadi satu dgn Tuhan (I Kor 6:15-17). Ayat 17 (Tbs: Tetapi org yg menyatukan dirinya dgn Tuhan, Roh Tuhan dgn roh org itu menjadi satu). Jelas hub ikatan yg dimaksudkan dlm konteks ini adalah berbicara ttg Roh Kudus (ayat 19).
Itu artinya kita hrs membangun satu ikatan yg kuat dari sehari ke sehari dgn Roh Kudus, hingga benar2 kita menjadi satu sama spt Bapa, Anak dan Roh yg adalah satu (Yoh 17:22). Skrg yg menjadi masalah adalah bgm kita dpt membangun satu ikatan yg kuat dgn Roh Kudus hingga nantinya kita menjadi satu dgn Tuhan.

Teringat dgn apa yg terjadi pd diri Yakub saat ia sdg bergumul/bergulat dng seorg laki2 yg ternyata adalah pribadi Tuhan sendiri (Kej 32:24-28). Perhatikan kata “bergulat atau wrestled/wrestling, maka ini menunjukkan satu cara permainan yg berusaha utk saling meraih satu dgn yg lain, saling menjatuhkan lalu saling mengunci dan berusaha utk tdk melepaskan lawan. Ini yg juga terjadi pada Yakub (ayat 26…tdk akan membiarkan=tdk akan melepaskan).

Ini mengajarkan kpd kita bhw utk membuat Roh Kudus terikat kuat dlm hidup kita ini tdk lain adalah lewat kita selalu mendengar, membaca, menyelidiki serta merenungkan Firman Tuhan senantiasa. (Sebab kata “menang” ini memiliki kaitan yg kuat ttg org2 benar yakni kehidupan yg sedia utk hidup dibenarkan oleh Firman sebagaimana yg tercatat pd Maz 118:15 Suara sorak sorai dan kemenangan ada di kemah org2 benar).

Semakin byk kita mendgr, membaca dan menyelidiki Firman, maka semakin kuat ikatan Roh Kudus dlm hidup kita. Sebab apa? Sebab Roh Kudus tdk akan betah tinggal dlm keh yg malas dan tdk punya wkt utk Firman, apalagi terikat tinggal di dlmnya. Jika Yakub berhasil menang dlm ikatan/bergulat dgn Tuhan, maka pd ayat 29-30, Yakub mendptkn berkat dan ia menamai tempat itu Pniel (dlm bhs aslinya adalah wajah Tuhan/face of God….). Hasilnya kita memiliki satu ikatan yg kuat dan intim dgn Roh Kudus, maka sesuai dgn apa yg kita bahas di atas bhw Carilah Tuhan, Carilah WajahNya, maka kita akan menemukanNya.

Itu sebabnya, biarlah dalam hidup ini, kita selalu menghargai karya Roh Kudus. Jgn kita menganggap Dia itu hanyalah sbg pesuruh saat2 kita membutuhkanNya. Tetapi biarlah kita boleh membangun dan membina satu hub kasih yg lebih intim dan kuat dgn Roh Kudus. Dia itu lemah lembut tetapi penuh kekuatan yg dasyhat. Bahkan Ef 1:14 mencatat Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yg menjadikan kita milik Allah, utk memuji kemuliaanNya. Semakin kita bergaul erat dgn Roh Kudus, semakin kita akan memperoleh semua janji2 Allah hingga pd suatu saat, kita akan benar2 jelas melihat Tuhan muka dengan muka dlm keadaanNya yg sebenarnya yakni saat Kristus menyatakan diriNya kelak.

I Yoh 3:2 Sdr2ku yg kekasih, sekarang kita adalah anak2 Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diriNya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaanNya yg sebenarnya.

Mari pergumulkan hal yg satu ini, bergaul erat dengan Roh Kudus….

Sumber: http://www.ccamedan.org/artikeldet.php?id=27&lang=2

Blog pada WordPress.com.