Sentot menjelaskan, aksi nekat putrinya yang berusia tujuh tahun itu dilakukan Jumat (10/10) sekitar pukul 11.30. Siang itu, sepulang sekolah, Rosa bermain dengan sepeda barunya. Sepeda itu dibeli seusai Lebaran. “Terus sepedanya jatuh, jadi lecet-lecet,” ujar warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, ini.
Diduga, Rosa takut dimarahi ibunya. Anak pertama dari dua bersaudara ini kemudian pulang dan masuk ke kamar. Di kamar, ia bermain dengan adiknya, Wahyu (4). Dia merahasiakan kondisi sepedanya dari sang ibu, Ny Aminah (37).
Di tengah permainan, Rosa mengambil kain atau selendang yang biasa digunakan Aminah untuk menggendong Wahyu. Kain itu diikatkan ke kusen jendela. Rosa kemudian mengikatkan ujung lain kain tersebut ke lehernya. Lalu, dia menjatuhkan diri sehingga tubuhnya tergantung sekitar 10 cm dari lantai.
Sesaat kemudian, Rosa tersedak dan kesulitan bernapas. Wahyu pun mengadu ke Aminah. “Adiknya bilang, ‘Mamah itu kakak main hantu-hantuan’,” kata Sentot.
Menurut Sentot, putrinya memang sering menirukan hantu atau pocong seperti yang dilihatnya di televisi untuk menakut-nakuti adiknya. Selain itu, Rosa juga sering menakuti-nakuti adiknya dengan gaya menjulurkan lidah dan mata melotot.
Sementara itu, Aminah yang dilapori Wahyu segera masuk ke kamar. Dia terperanjat melihat putrinya tergantung dengan kondisi lidah terjulur dan mata melotot. Dia berteriak histeris dan menangis sambil menurunkan anaknya dari jeratan kain. Aminah buru-buru menelepon suaminya. Namun, karena sedang shalat jumat, Sentot tak menggubris telepon tersebut.
Aminah kemudian minta tolong kepaa tetangga, dan Rosa pun dibawa ke rumah sakit di Cilandak. Rosa selamat setelah diberi oksigen dan infus.
Sentot mengatakan, dirinya jarang sekali memarahi anaknya. Rosa diduga takut kepada sang ibu karena tak menjaga sepeda barunya dengan baik. Menurut Sentot, Rosa agak sensitif dan takut kena marah.
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network