Jojo’s Weblog

November 13, 2008

Studi: Kehamilan Remaja Terkait Dengan Selera TV Akan Seks

Filed under: Berita — Tag:, — yomekojo @ 10:33 pm

THURSDAY, 06 NOVEMBER 2008

Hasil riset baru mendapatkan tingkat kehamilan lebih tinggi di antara remaja yang menonton banyak acara TV dengan dialog dan perilaku seksual diantara mereka yang memiliki selera tontonan lebih tidak liar.

Studi baru adalah penghubung pertama dengan kebiasaan-kebiasaan yang berhubungan dengan kehamilan remaja, ujar Anita Chandra, ilmuwan perilaku Rand Corp. Remaja-remaja yang menonton program-program agak cabul menunjukkan dua kali lebih bisa menjadi hamil selama lebih dari tiga tahun dibandingkan yang sedikit menonton program-program seperti itu.

Riset sebelumnya oleh ilmuwan-ilmuwan yang sama menemukan bahwa menonton lebih banyak seks pada TV dapat mempengaruhi remaja-remaja untuk melakukan seks di usia lebih muda.

Pertunjukkan-pertunjukkan yang menunjukkan hanya aspek positif dan perilaku seksual tanpa resiko dapat membawa remaja-remaja untuk memiliki seks tanpa pengaman “sebelum mereka siap untuk memiliki tanggung-jawab dan keputusan-keputusan dengan informasi yang cukup,” ujar Chandra.

Studi ini telah dilakukan semenjak tahun 2001 yang melibatkan 2003 remaja pria-wanita berusia 12 hingga 17 tahun yang diwawancarai melalui telepon mengenai kebiasaan menonton mereka. Para remaja tersebut masing-masing diwawancarai dua kali, yang terakhir yaitu pada tahun 2004, dan ditanyakan mengenai kehamilan. Di antara para remaja wanita, 58 orang telah hamil selama follow-up, dan di antara remaja pria, 33 di antaranya mengatakan bahwa mereka telah membuat seorang gadis hamil.

Para partisipan ditanyakan seberapa sering mereka menonton lebih dari 20 TV show yang populer di antara remaja pada saat itu atau yang mana yang ditemukan memiliki lebih banyak konten seksual. Program-program ini termasuk “Sex and the City,” “That ’70s Show” dan “Friends.”

Kehamilan RemajaKehamilan menjadi dua kali lebih biasa bagi mereka yang menonton program-program seperti itu dengan teratur, dibandingkan dengan remaja-remaja yang mengatakan mereka sulit untuk melihatnya. Ada lebih banyak kehamilan yang terjadi pada remaja-remaja lebih tua yang diwawancarai tetapi tingkat kehamilan terlihat konsisten di antara grup umur yang menonton program-program dengan selera agak cabul tersebut.

Chandra mengatakan menonton TV sangat kuat berhubungan dengan kehamilan remaja bahkan ketika factor-faktor lain ditemukan, termasuk kelas, struktur keluarga, tingkat pendidikan keluarga.

Tetapi studi ini tidak mengalamatkan isu-isu lainnya, seperti pengendalian diri, nilai-nilai keluarga dan pendapatan, ditambahkan Elizabeth Schroeder, eksekutif direktur dari Answer, program pendidikan seks remaja yang berbasiskan di Universitas Rutgers.

“Media memang memberikan dampak, tetapi kita tidak tahu sepenuhnya karena ada begitu banyak factor,” ujar Schroeder.

Tetapi Bill Albert, Chief Program Officer dari non-profit Kampanye Nasional untuk Mencegah Kehamilan Remaja (National Campaign to Prevent Teen Pregnancy, red), memuji studi ini dan mengatakan “sangat tepat dengan akal sehat.”

“Media menolong membentuk naskah sosial bagi remaja-remaja. Banyak orang-tua mengetahuinya. Ini adalah riset yang tepat untuk memastikannya,” ujar Albert.

Psikolog David Walsh, presiden dari National Institute on Media and the Family, mengutip data menyarankan hanya 19 persen dari remaja-remaja Amerika mengatakan mereka bisa berbicara terbuka dengan dewasa yang bisa dipercayai mengenai seks. Dengan banyak sekolah tidak memberikan pendidikan seks, itu memberikan tempat bagi media sebagai pendidik seks, ujarnya.

“Bagi seorang anak yang tidak memiliki seseorang untuk berbicara mengenai seks, lalu ia menonton komedi-komedi situasi pada TV dimana seks ditampilkan sebagai ini apa yang orang keren lakukan, hasilnya sudah dapat diketahui,” ujar Walsh.

Ia mengatakan pesan bagi para orang-tua untuk berbicara dengan anak-anak mereka mengenai seks dimulai sebelum anak tersebut menjadi remaja. Orang tua juga seharusnya menonton apa yang anak-anak mereka tonton dan menolong menyaring pesan-pesan yang program-program berisi seks kirimkan, ujarnya.

Di tengah media informasi masa sekarang, program televisi memang memberi pengaruh yang sangat dahsyat bagi penontonnya. Membentuk pola pikir dan perilaku, terutama bagi anak-anak dan remaja yang umumnya waktu yang mereka miliki digunakan untuk menonton. Sebenarnya, baik dan buruknya ditentukan oleh konten dari media tersebut. Maka itu demi membentuk pola pikir dan perilaku generasi yang akan datang mari kita dukung program-program televisi yang memiliki nilai-nilai positif dan bahkan pemberitaan Kabar Baik.

Sumber : christianpost.com/Tmy

Dendam 20 Tahun, Murid Bunuh Mantan Gurunya

Filed under: Berita — Tag:, , — yomekojo @ 10:31 pm

WEDNESDAY, 12 NOVEMBER 2008

Sebuah pesan untuk guru. Song, mantan kepala sekolah di Korea Selatan, sebenarnya sudah tak ingat lagi bahwa dia pernah menghukum muridnya yang bernama Kim karena menyontek saat ujian lebih dari 20 tahun lalu.

Song ketika itu lantas menghukum dengan memukul Kim beberapa kali sekalipun si murid membantah dia menyontek saat ujian pada tahun 1987 itu. Polisi Korsel di Seoul, mengungkapkan, Kim yang kini berusia 37 tahun hari Sabtu menikam Song yang berusia 58 tahun hingga tewas setelah mantan kepala sekolah itu menolak minta maaf.

Polisi menahan Kim karena ternyata sejak Januari lalu, Kim mendesak Song agar minta maaf karena telah keliru menghukum dirinya atas tuduhan menyontek yang tidak pernah dilakukannya.

“Dia mengaku sangat marah kepada Song yang, menurut dia, telah memukulnya lebih dari 100 kali,” ujar polisi, mengutip Kim. Sejak Januari lalu dia mendesak Song agar meminta maaf, tetapi sang guru menampik.

Kim lantas menelepon, mengirim surat elektronik, dan datang ke rumah Song untuk mendesaknya minta maaf. “Saya tidak menyontek. Minta maaf. Saya tidak akan membiarkan Anda,” demikian pesan Kim. Polisi kini memeriksa kesehatan mental Kim.

Pengampunan adalah jawaban bagi perkara ini. Jika saja Kim mengenal arti kata kasih dan pengampunan, dendam yang tersimpan puluhan tahun tersebut akan pupus dan digantikan dengan pengampunan. Belajar mentertawakan kejadian-kejadian yang kita alami meskipun pahit adanya, akan membawa kita untuk mengerti bahwa orang lain, termasuk diri kita pun bisa melakukan kesalahan.

Sumber : kompas.com/Tmy

Oktober 27, 2008

Guru Diajari Cara Nge-Blog

Filed under: Berita — Tag:, — yomekojo @ 2:17 pm

Weblog atau jurnal online bisa menjadi salah satu media literasi dan pembelajaran yang efektif dan luas. Hal ini ditekankan di dalam Kongres I Asosiasi Guru Sains Indonesia yang dilaksanakan 18-10 Oktober di Bandung.

Di dalam kongres yang diikuti 208 guru sains dari 21 provinsi se-Indonesia ini, para guru dibekali pula cara membuat dan memanfaatkan media weblog. Selama sehari, guru-guru Ilmu Pengetahuan Alam, Kimia, Biologi, Fisika, Bumi Antariksa, Geografi, dan Astronomi ini diajari ngeblog dari penyedia jasa blog gratis, khususnya Blogger.

Menurut Ketua Umum AGSI Yuyun R. Nur Yusuf, secara umum, masih teramat jarang guru yang sudah memanfaatkan media komunikasi dari jagat maya ini. “Padahal, blog ini bisa menjadi media bagi mereka (guru) untuk menulis dan mencurahkan pikiran. Mendorong budaya literasi,” ungkapnya.

Ia berharap, melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, guru-guru sains dapat mengembangkan dirinya. Jangan justru malah ketinggalan zaman. “Untuk itu, tiap-tiap anggota AGSI diusahakan memiliki setidaknya alamat surat elektronik sendiri. Sehingga, meskipun guru itu ada di Papua, dia tetap bisa mengembangkan dirinya lewat ICT (Teknologi Infokom),” tuturnya.

Kendala terbesar mendorong pemanfaatan teknologi infokom, termasuk blog, ini justru biasanya ada dari internal guru itu sendiri. Bukan keterbatasan sarana atau fasilitas. Sebetulnya, tidaklah susah (membuat blog). “Yang penting merubah kebiasaan dan terus melakukan pengembangannya,” ungkap Kustini (45), guru dari SMKN 4 Kota Bandung. Menurutnya, praktik ngeblog jauh lebih mudah daripada teorinya.

Guru Nge-blogMenurut Sri Prihatiningsih, instruktur pelatihan membuat blog, pada prinsipnya, setiap orang bisa membuat media ini. Blogger, situs freehosting (penyedia jasa gratis) itu dipilih karena relatif lebih mudah digunakan (user friendly) dibandingkan lainnya macam WordPress, Thoughts, Multiply, dan Facebook. Bagi kalangan guru, blog ini bisa menjadi media interaksi antara pengajar, pakar, dan siswa sendiri.

Narsis

Nevoyati (44), guru SMKN I Cimahi, bertekad akan memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran. “Nantinya, di blog yang saya buat, akan diisi dengan tugas-tugas harian. Para siswa diundang dan diminta mengakses blog untuk bisa mengerjakannya,” ujarnya. Apakah ini bisa dikatakan narsis? “Gak masalah. Selama itu arahnya positif dan tidak mengarah ke kesombongan, ya tidak apa-apa,” ucapnya.

Menurutnya, hal tersulit yaitu kreativitas mengembangkan serta membuat blog itu agar menarik dan bisa dikunjungi orang. Ia sendiri mengaku akan terus belajar mengenai desain blog dan fitur-fitur pelengkapnya, termasuk yang dikembangkan perangkat lunak Macromedia Flash Player.

Kongres I AGSI ini sendiri akan berlangsung hingga Senin (20/10) ini. Peserta yang hadir itu ada yang berasal dari Aceh hingga Papua. Penyelenggara kegiatan tidaklah menyediakan biaya transportasi. Peserta dari Papua misalnya, mengeluarkan biaya hingga Rp 8 juta untuk ikut kegiatan ini. Menurut Yuyun, ini merupakan bentuk antusiasme guru mengikuti kegiatan ini.

Sumber : kompas.com/Tmy

Oktober 24, 2008

Didapatkan Mengapa Warga Amerika ‘Spiritual Tapi Tidak Religius’

Dengan semakin banyaknya warga Amerika yang mendeskripsikan diri mereka sebagai orang yang ‘spiritual tetapi tidak religius,’ seorang pe-riset mencari tahu untuk menemukan apa dari arti pernyataan tersebut sebenarnya.

Rev. Linda Mercadante, seorang professor teologi dari Methodist Theological School di Delaware, Ohio, mengadakan riset bagi segmen dari populasi Amerika yang sedang bertumbuh ini dan menemukan kemungkinan alasan-alasan mengapa ‘spiritual’ diharapkan untuk jauh dari gereja ataupun praktikal religius.

“Saya mendengar beberapa argumen yang sama terus menerus,” ujar Mercadante, seorang pendeta di Gereja Presbiterian, menurut Presbyterian News Service.

Setelah berbicara dengan SBNRs (spiritual but not religious) di seluruh negeri yang telah menjadi sukarelawan selama 90 menit lebih interview, Mercadante menemukan bahwa kebanyakan dari mereka tidak bergereja – atau tidaklah religius – dikarenakan ‘argumen-argumen stereotipe melawan organisasi keagamaan dan pernyataan-pernyataan dari gereja-gereja.’

“Saya tidak tahu darimana skrip ini muncul – tak seorang pun tahu gereja mana yang cocok dengan profil atau stereotype ini,” ujarnya.

Beberapa dari stereotype SBNRs yang terdaftar termasuk gereja-gereja yang meng-klaim ‘kebenaran eksklusif – bahwa mereka mempunyai pojokan untuk market yang sebenarnya,’ gereja-gereja menginginkan keyakinan pribadi dilepaskan; gereja-gereja menginginkan kesatuan pada “mentalitas korporat,” dan gereja-gereja mengakui adanya keteracakan atau keyakinan yang tidak masuk akal, diantara yang lainnya.

SpiritualitasMenurut Robert C. Fuller, penulis dari buku terbitan Spiritual, But Not Religius, sepertinya satu di antara lima orang dapat mendeskripsikan diri mereka sebagai orang yang spiritual tetapi bukanlah religius. Fuller menyebutkan sebuah studi dimana bagi mereka yang mendeskripsikan diri mereka sebagai SBNRs kurang menyukai untuk mengevaluasi kereligiusan dengan positif, kurang menyukai untuk terlibat dalam bentuk penyembahan yang tradisional seperti menghadiri gereja atau berdoa, dan lebih menyukai untuk mengkarakterisasi kereligiusan dan spiritualitas sebagai konsep yang berbeda dan tidak saling melengkapi.

Spiritualitas, dalam studi tersebut, diasosiasikan dengan tingkat tertinggi dalam ketertarikan dengan mistik, pengalaman dengan kepercayaan dan praktikal yang tidak ortodoks, dan perasaan-perasaan negatif baik terhadap pendeta dan gereja-gereja. Kereligiusan, sementara itu, diasosiasikan dengan tingkat tertinggi dalam ketertarikan dengan kehadiran bergereja dan komitmen kepada kepercayaan ortodoks.

“Bagi mereka yang melihat diri mereka sebagai ‘spiritual, tapi tidak religius’ menolak agama terorganisasi sebagai jejak langkah – atau bahkan yang paling ternilai – yang artinya menjauhkan pertumbuhan spiritual mereka. Banyak yang telah memiliki pengalaman negatif dengan gereja-gereja atau para pemimpin gereja,” menurut Fuller.

SpiritualitasSelagi perasaan-perasaan negatif terhadap gereja dan organisasi gereja masih terjadi, responden-responden dari studi terbaru Mercadante melaporkan sedikit pengalaman negatif dengan gereja-gereja. Mercadante menemukan hingga penolakan terhadap asumsi biasa bahwa banyak orang tidaklah religius dikarenakan pengalaman buruk ketika bergereja. Ini tidaklah benar, ujarnya, menyebutkan “sedikit sekali laporan dari orang-orang bahwa mereka pernah disakiti di dalam maupun di gereja.”

Menurut penemuannya yang ia rencanakan untuk dipublikasikan dalam sebuah buku, Mercadante mengakhirir, “Saya rasa sangatlah jelas bahwa kebanyakan masalah dari keagamaan terorganisasi yang dihadapi sekarang bukanlah kesalahan gereja.”

“Kita mengalami sebuah pergantian budaya yang besar yang secara ekstrem sulit untuk dijaga dan gereja selalu lambat di belakang pergantian ini – terlalu lambat, tentu saja, bagi kebanyakan orang.”

Sumber : christianpost.com/Tmy

Oktober 17, 2008

Gara-gara Sepeda Rusak Bocah SD Gantung Diri

Filed under: Berita — Tag:, — yomekojo @ 12:47 am
JAKARTA, SENIN — Siswi kelas II SD, Rosa (sebut saja demikian), gantung diri karena takut kena marah sang ibu gara-gara sepeda barunya rusak. Meski lolos dari maut, hingga Senin (13/10) sore kondisi Rosa kritis.
Rosa dirawat di ruang intensive care unit (ICU) sebuah rumah sakit di Cilandak, Jakarta Selatan. Kemarin, kondisinya masih kritis meski sudah membaik dari hari-hari sebelumnya. “Sekarang sudah bisa ngomong, tapi masih agak cadel,” ujar Sentot (38), ayah Rosa, saat ditemui di rumah sakit.

Sentot menjelaskan, aksi nekat putrinya yang berusia tujuh tahun itu dilakukan Jumat (10/10) sekitar pukul 11.30. Siang itu, sepulang sekolah, Rosa bermain dengan sepeda barunya. Sepeda itu dibeli seusai Lebaran. “Terus sepedanya jatuh, jadi lecet-lecet,” ujar warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, ini.

Diduga, Rosa takut dimarahi ibunya. Anak pertama dari dua bersaudara ini kemudian pulang dan masuk ke kamar. Di kamar, ia bermain dengan adiknya, Wahyu (4). Dia merahasiakan kondisi sepedanya dari sang ibu, Ny Aminah (37).

Di tengah permainan, Rosa mengambil kain atau selendang yang biasa digunakan Aminah untuk menggendong Wahyu. Kain itu diikatkan ke kusen jendela. Rosa kemudian mengikatkan ujung lain kain tersebut ke lehernya. Lalu, dia menjatuhkan diri sehingga tubuhnya tergantung sekitar 10 cm dari lantai.

Sesaat kemudian, Rosa tersedak dan kesulitan bernapas. Wahyu pun mengadu ke Aminah. “Adiknya bilang, ‘Mamah itu kakak main hantu-hantuan’,” kata Sentot.

Menurut Sentot, putrinya memang sering menirukan hantu atau pocong seperti yang dilihatnya di televisi untuk menakut-nakuti adiknya. Selain itu, Rosa juga sering menakuti-nakuti adiknya dengan gaya menjulurkan lidah dan mata melotot.

Sementara itu, Aminah yang dilapori Wahyu segera masuk ke kamar. Dia terperanjat melihat putrinya tergantung dengan kondisi lidah terjulur dan mata melotot. Dia berteriak histeris dan menangis sambil menurunkan anaknya dari jeratan kain. Aminah buru-buru menelepon suaminya. Namun, karena sedang shalat jumat, Sentot tak menggubris telepon tersebut.

Aminah kemudian minta tolong kepaa tetangga, dan Rosa pun dibawa ke rumah sakit di Cilandak. Rosa selamat setelah diberi oksigen dan infus.

Sentot mengatakan, dirinya jarang sekali memarahi anaknya. Rosa diduga takut kepada sang ibu karena tak menjaga sepeda barunya dengan baik. Menurut Sentot, Rosa agak sensitif dan takut kena marah.

Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network

Usai Melahirkan, Mencuri Laptop

Filed under: Berita — Tag:, , — yomekojo @ 12:44 am

JAKARTA, JUMAT — Sri Utami (37) yang baru sepekan melahirkan anak ke-enam, ditangkap karena mencuri laptop di Kampus Bina Nusantara, Jalan Hang Lekir I nomor 6, Kelurahan Gelora, Jakarta Pusat. Sri yang ditahan di Polsek Metro Tanah Abang mengaku tidak memiliki biaya perawatan pasca operasi cesar sehingga nekat mencuri pada Rabu lalu. “Saya butuh biaya berobat. Suami saat ini sedang tidak bekerja,” kata Sri yang menggunakan daster batik saat diperiksa polisi.

Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanitreskrim) Polsek Metro Tanah Abang Inspektur Satu Sutrisno yang ditemui Kamis (16/10) kemarin menjelaskan, Sri sudah dua kali mencuri laptop di tempat yang sama. Tapi, baru satu kali ini dia tertangkap.

Pemilik laptop bernama Dimas tanpa sengaja meninggalkan laptop di ruang lobby kampus Binus sekitar pukul 18.00. Sri yang masuk dari pintu belakang kampus, sengaja menunggu di dalam lobby kampus. Ia lantas langsung mengambil laptop yang ketinggalan itu. Namun, gerak-geriknya dicurigai satpam setempat. “Dia diteriaki maling dan ditangkap tanpa perlawanan. Selanjutnya dia diserahkan ke polisi,” kata Sutrisno.

Sri yang beralamat di RT 08 RW 03 Kelurahan Pondok Betung, Kecamatan Pondok Aren, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, tidak memiliki pekerjaan tetap. Dalam keadaan perut yang masih membuncit usai operasi cesar, dia pun nekat berbuat jahat.

Laptop yang dicuri Sri berjenis IBM warna hitam. Menurut Sutrisno, laptop jenis tersebut masih laku dijual ke penadah pada kisaran harga Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. “Yang pernah kita pantau, penadah laptop biasanya beroperasi di kawasan Cipulir,” kata Sutrisno.

Saat wartawan tiba, suami Sri, Rd tampak menunggu di Polsek Tanah Abang. Tetapi Rd enggan memberikan keterangan apa pun kepada wartawan.  Atas perbuatannya, Sri diancam pasal 362 KUHP tentang pencurian yang dapat dikenakan penjara di atas empat tahun.
ONG
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network

Oktober 15, 2008

Ketika Dewi Sri Tunduk Dibawah Kuasa Kristus

Filed under: Berita — Tag:, — yomekojo @ 11:45 pm

Bicara mengenai gereja, di Indonesia dengan berbagai macam suku, bahasa dan pulau memiliki berbagai keunikan dalam dunia keKristenan. Salah satunya adalah perkembangan keKristenan di pulau jawa, dan pada khususnya Gereja Kristen Jawi Wetan yang merupakan salah satu jemaat hasil perintisan jaman Belanda. Uniknya, jemaat ini tidak seperti gereja-gereja yang di ubah menjadi sebuah jemaat Indonesia bergaya barat, namun dilahirkan dalam masyarakat agraris yang menyatu dengan kebudayaan jawa yang telah lama ada.

Seorang penulis bernama Andar Ismail menceritakan penelitian yang dilakukan pada tahun 1961, atas komunitas yang salah satunya berada di wilayah Wonorejo, Malang. Di komunitas ini, hubungan dengan tetangga begitu serasi, terlebih lagi dengan alam. Padi diperlakukan dengan sangat hati-hati, karena mereka adalah petani yang menggantungkan kehidupannya dari hasil sawahnya.

Inilah yang menjadi kepercayaan masyarakat desa tersebut yang mayoritas Kristen tersebut. Didalam padi ada kehidupan. Padi yang dikuburkan dalam tanah akan hidup kembali dan muncul. Ia kemudian akan menyatu dan kawin dengan tanah. Lalu, padi itu mulai hamil. Ia seperti seorang ibu. Ia adalah seorang bidadari. Namanya adalah Dewi Sri. Ia ada ditiap butir padi. Itu sebabnya masyarakat tersebut sangat menghargai butiran-butiran nasi yang mereka makan. Karena menanam padi adalah kegiatan spiritual bagi mereka.

Tetapi bukankan para petani ini seorang Kristen yang percaya Yesus? Inilah jawab para petani itu,”Tentu saja kami percaya kepada Tuhan Yesus. Yesus Kristus adalah kekuatan alam yang paling tinggi. Segala kekuatan alam lainnya termasuk Dewi Sri adal dibawah Yesus Kristus.”

Seorang petani yang sudah tua menuturkan hal ini,”Kami mengagumi Dewi Sri. Kami ingin ia hadir didesa ini. Tetapi, kami tidak menyembah Dewi Sri. Kami hanya menyembah Gusti Yesus.”

Jantung Desa Wonorejo adalah Dewi Sri, namun Tuhan dan Kepala desa ini adalah Kristus. Sebuah butir penelitian ini yang dilaporkan ke Dewan Gereja-gereja se-Dunia berbunyi: “Faith in Christ must certainly take such powers as Dewi Sri into account. To ignore the existence and function of Dewi Sri would imply that the church was excluding itself from the structure of the rice growing society and from the philosophy of life which undergirds it”, demikian tulis Andar Ismail dalam editorial Suara Pembaruan.

Hingga kini jemaat ini tetap eksis baik dengan budayanya maupun dengan kehidupan masyarakan kristiani yang lekat dengan kekeluargaan. Salah satunya adalah tradisi “undhuh-undhuh”. Tradisi “undhuh-undhuh” sendiri punya cerita menarik. Berawal dari kebiasaan masyarakat Jawa yang biasa memberikan sesajen kepada Dewi Sri yang dipercaya telah memberikan kesuburan pada tanah-tanah petani, sehingga sebagai ucapan rasa syukur, masyarakat menyisihkan sebagian hasil panennya untuk dipersembahkan kepada Dewi Sri. Tradisi tersebut kemudian oleh umat kristiani GKJW dihubungkan dengan perintah Tuhan untuk mempersembahkan.

Persembahan yang dulunya diletakkan di sawah akhirnya berpindah ke gereja. Biasanya padi menjadi pilihan masyarakat sebagai undhuh-undhuh, sehingga pada jaman dulu gereja selalu memiliki lumbung gereja. Gunanya untuk menyimpan padi undhuh-undhuh yang sewaktu-waktu dapat diambil bilamana ada kebutuhan. Seiring berjalannya waktu, undhuh-undhuh yang  biasa dilaksanakan untuk memperingati hari raya persembahan, tidak lagi berupa padi karena keberagaman profesi jemaat. “Kini panennya tidak lagi di sawah, tapi di Pasar Setonobethek dan swalayan,” gurau penatua GKJW, Johanes Rianto.

Ketika Kristus hadir, masyarakat diubahkan. Namun sama seperti ketika Yesus hadir di Israel 2000 tahun lalu, Dia tidak meniadakan hukum taurat, demikian juga kehadirannya dalam masyarakat dan budaya manapun. Dia menjadi pribadi tertinggi yang menggenapi berbagai nubuatan yang disampaikan berbagai generasi dengan berbagai macam budaya dan bahasa. Dia mengubah kehidupan orang-orang yang disentuhnya, salah satunya adalah masyarakat Gereja Kristen Jawi Wetan di Jawa Timur ini.

Sumber : Berbagai Sumber/VM

Siapa Sebenarnya yang Malu

Filed under: Humor — Tag:, — yomekojo @ 11:43 pm

Sent by: Andreas Aan

Suami yang Mudah Cemburu

Filed under: Humor — Tag:, — yomekojo @ 11:36 pm

Pak Imron seorang yang pencemburu sama istrinya yang cantik dan memang jauh lebih muda darinya. Dia selalu mengontak istrinya kapanpun dia sempat, bahkan dia sering menyempatkan pulang saat jam makan siang.Suatu hari Pak Imron pulang lebih awal dari jam makan siang sekitar jam 10.00 tapi dia sangat kaget ketika melihat sebuah mobil mewah parkir di depan rumahnya.

Pak Imron tidak langsung masuk tetapi malah mengintip dari jendela. Dia melihat istrinya sedang berbicara dengan seorang pria berdasi sambil bercanda ria.

Karuan saja Pak Imron jadi sewot apalagi ketika pria berdasi itu menjabat tangan istrinya. “Ah sialan….!!!! Bener aja firasat gue”, ujarnya dalam hati.

Diam-diam Pak Imron langsung mengambil batu besar dan menghajar mobil mewah tersebut. “BRAKKKKKK!!!!” hancurlah kaca mobil dan pintunya penyok-penyok. Mobil mewah berubah jadi rongsokan.

Lalu keluarlah istri dan pria berdasi itu, “Hah!…siapa yang menghajar mobil hadiah ini. Baru aja mau diserah terimakan kepada pemenangnya,” ujar si pria berdasi sambil menoleh ke istri pak Imron.

Kagetlah Pak Imron. Rupanya istrinya baru saja memenangkan undian berhadiah mobil mewah yang akan diserahterimakan kepadanya.

“Sial!!!!!! Kata Pak Imron, gue kirain pria itu selingkuhan istri gue eh gak taunya mau nyerahin hadiah” ujar Pak Imron sambil menyesali kecemburuannya.

Sent by: Rama pati

Oktober 12, 2008

Bank Dunia Memberi Pinjaman Siaga 2 Miliar Dollar AS

Filed under: Berita — Tag:, — yomekojo @ 11:05 pm

WASHINGTON,SENIN-Jika pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan di bawah 6 persen, pemerintah akan menggunakan pinjaman siaga atau standby loan yang akan diberikan Bank Dunia tahun 2009 sebesar 2 miliar dollar AS.

Bank Dunia telah mengindikasikan kesediannya untuk memberikan pinjaman siaga itu setelah sebelumnya dilobi oleh Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta yang secara khusus mengadakan pertemuan bilateral dengan Managing Director Bank Dunia Jose Daboub, dan Wakil Presiden Bank Dunia untuk Wilayah Asia Timur dan Pasifik, James Adams, di Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu pagi hingga sore waktu setempat atau Minggu (12/10) waktu Jakarta.

Dalam Rancangan APBN Tahun 2009, asumsi pertumbuhan ekonomi Indonesia ditetapkan 6,3 persen. Namun, kata Paskah, dengan adanya krisis keuangan di Amerika, asumsi pertumbuhan ekonomi ini akan direvisi dan akan dibicarakan lagi dengan Dewan Perwakilan Rakyat pada Senin (13/10). Pemerintah, lanjut Paskah, akan mengajukan usulan besarnya asumsi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2009 antara 6,1 persen hingga 6,2 persen. Disamping itu, pemerintah juga akan menyusun skenario terburuk angka pertumbuhan ekonomi tahun 2009 dibawah 6 persen.

Selain akan memberikan pinjaman siaga, Bank Dunia juga akan mengupayakan untuk mengkoordinasikan penggalangan dana sebesar 3 miliar dollar AS dari lembaga keuangan multilateral maupun bilateral untuk membantu Indonesia dalam menghadapi imbas dari krisis pasar keuangan global.

Bank Pembangunan Islam (IDB) juga mengindikasikan kesediannya memberikan pinjaman siaga untuk membantu pemerintah Indonesia dalam menghadapi krisis pasar uang global dan membeli Sukuk yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia, tambah Paskah.

Selain akan memberikan pinjaman siaga, jelas Paskah, pada tahun 2009 Bank Dunia juga akan meningkatkan pinjaman program dan refinancing yang sedang berjalan dari semula 1,4 miliar dollar AS menjadi 1,9 miliar dollar AS. Pinjaman siaga dari Bank Dunia ini, ditujukan untuk mengantisipasi krisis, dan kemungkinan terjadinya penurunan pertumbuhan ekonomi pada tahun depan, serta untuk memperkuat pasar domestik.

Kesediaan Bank Dunia dan lembaga keuangan internasional untuk memberikan pinjaman siaga setelah adanya lobi yang dilakukan delegasi RI melalui sejumlah pertemuan bilateral di sela sidang tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia di Washington Amerika, tanggal 10-13 Oktober 2008.

Delegasi Indonesia selain dihadiri para pejabat dari Bappenas, Depkeu, dan Departemen Luar Negeri, juga dihadiri Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono. Namun, dia tidak hadir saat jumpa pers dengan wartawan Indonesia di Kedutaan Besar RI di Washington AS.

Menurut Paskah, pada sidang tahunan Dewan Gubernur IMF-Bank Dunia ini, pihaknya berperan sebagai pimpinan delegasi RI. “Pada umumnya, lembaga keuangan internasional memberikan respon positif terhadap langkah-langkah pemerintah Indonesia dalam menghadapi imbas dari krisis pasar keuangan global,” katanya.

SUMBER: http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/13/0549194/bank.dunia.memberi.pinjaman.siaga.2.miliar.dollar.as

Tulisan yang Lebih Tua »

Tema: Banana Smoothie. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.